Dosen Universitas Riau Berdayakan Masyarakat Desa Kedabu Rapat Melalui Inovasi Olahan Daun Kopi Liberika
Kepulauan Meranti – Lenteraperistiwa.com
Universitas Riau kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang mengusung tema "Pemberdayaan Masyarakat Desa Kedabu Rapat melalui Inovasi Produk Olahan Daun Kopi Liberika untuk Mendukung Ketahanan Ekonomi Kreatif dan Desa Wisata." Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Kedabu Rapat, Kabupaten Kepulauan Meranti, sebagai upaya mengoptimalkan potensi lokal melalui inovasi berbasis hasil riset dan pemberdayaan masyarakat.
Program pengabdian ini dipimpin oleh Prof. Dr. Almasdi Syahza, SE., MP dengan anggota tim yang terdiri atas Dr. Brilliant Asmit, SP., MSM, Dr. Abdul Sadad, S.Sos., M.Si, Masrul Ikhsan, S.Sos., M.Si, Putri Fadhillah A. Smit, S.I.Kom., M.A., dan Jumili Arianto, S.Pd., M.H.. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Universitas Riau yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) di Desa Kedabu Rapat, sehingga tercipta kolaborasi antara dosen, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi desa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Desa Kedabu Rapat, Bapak Mahadi, S.IP yang juga sekaligus membuka kegiatan ini, serta Kepala Seksi Pelayanan Kecamatan Rangsang Pesisir sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap upaya pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Kehadiran unsur pemerintah desa dan kecamatan menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif serta memperkuat Desa Kedabu Rapat sebagai desa wisata berbasis komoditas unggulan kopi liberika.
Desa Kedabu Rapat dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kopi liberika di Kabupaten Kepulauan Meranti. Selama ini, pemanfaatan tanaman kopi lebih terfokus pada hasil bijinya, sedangkan daun kopi yang berasal dari proses pemangkasan maupun pemeliharaan tanaman masih belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, daun kopi liberika memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai tambah, seperti teh daun kopi yang memiliki cita rasa khas, aroma yang unik, serta kandungan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan.
Melalui kegiatan pengabdian ini, Tim Universitas Riau memberikan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan kepada masyarakat mengenai proses pengolahan daun kopi liberika menjadi produk teh yang berkualitas. Materi yang diberikan meliputi teknik pemilihan daun, proses pelayuan, penyangraian, pengemasan, hingga strategi menjaga mutu produk agar memenuhi standar dan memiliki daya saing di pasar.
Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. Almasdi Syahza, SE., MP, menjelaskan bahwa inovasi pemanfaatan daun kopi merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kopi liberika sekaligus memperluas sumber pendapatan masyarakat desa, sebagaimana Sumatera Barat yang telah lebih dulu dalam pemanfaatan daun kopi menjadi teh. Namun uniknya di Sumatera Barat kopinya berjenis Arabika dan Robusta, sedangkan di Meranti adalah Kopi Liberika. Menurutnya, pemanfaatan seluruh bagian tanaman kopi merupakan bentuk inovasi yang mampu mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
"Selama ini masyarakat memperoleh pendapatan utama dari penjualan biji kopi. Melalui inovasi pengolahan daun kopi menjadi produk teh, kita berharap muncul sumber ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat identitas Desa Kedabu Rapat sebagai sentra kopi liberika," ujarnya.
Selain pelatihan teknis produksi, tim pengabdian juga memberikan pembekalan mengenai pengembangan usaha, desain kemasan, serta penguatan kelembagaan kelompok usaha masyarakat. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki daya saing dan siap dipasarkan secara lebih luas.
Keterlibatan mahasiswa Kukerta Universitas Riau menjadi salah satu kekuatan dalam pelaksanaan program ini. Mahasiswa berperan aktif mendampingi masyarakat selama proses pelatihan, membantu praktik pengolahan produk dan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya inovasi dan kewirausahaan berbasis potensi desa. Sinergi antara dosen dan mahasiswa ini menjadi wujud implementasi pembelajaran di luar kampus yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa sekaligus memperkuat dampak pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan program Kukerta Berdampak Universitas Riau Tahun 2026 yang mengangkat tema "Membangun Negeri".
Program ini juga diarahkan untuk mendukung pengembangan Desa Kedabu Rapat sebagai desa wisata berbasis kopi liberika. Kehadiran produk teh daun kopi diharapkan menjadi salah satu produk unggulan sekaligus oleh-oleh khas yang mampu menarik minat wisatawan. Dengan demikian, pengembangan kopi liberika tidak hanya berorientasi pada sektor pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ekonomi kreatif, pengembangan UMKM, dan peningkatan daya tarik wisata desa.
Masyarakat Desa Kedabu Rapat menyambut antusias kegiatan tersebut. Mereka menilai pelatihan dan pendampingan ini membuka wawasan baru mengenai pemanfaatan daun kopi yang sebelumnya belum memiliki nilai ekonomi. Melalui pendampingan yang diberikan oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Riau, masyarakat optimistis dapat mengembangkan usaha baru berbasis inovasi produk lokal yang berkelanjutan.
Kegiatan pengabdian ini menunjukkan komitmen Universitas Riau dalam menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan masyarakat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Sinergi antara dosen, mahasiswa Kukerta, pemerintah desa, kelompok masyarakat, dan pelaku UMKM diharapkan mampu menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan sehingga potensi kopi liberika Desa Kedabu Rapat dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang mendukung ketahanan ekonomi kreatif, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan desa wisata yang berdaya saing.(Ys)









Posting Komentar