News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Yayasan Madani Jaya Berdikari Soroti Kebijakan 1 Chef Kelola 2 Dapur MBG, Ini Kata KA SPPG

Yayasan Madani Jaya Berdikari Soroti Kebijakan 1 Chef Kelola 2 Dapur MBG, Ini Kata KA SPPG

Kampar – Lenteraperistiwa.com

Pola penugasan satu chef untuk mengampu dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah Yayasan Madani Jaya Berdikari memunculkan keraguan soal efektivitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, seorang juru masak utama diketahui menjalankan tugas ganda di dua titik berbeda, yaitu Bangkinang dan Airtiris. Dalam pelaksanaannya, yang bersangkutan mesti berpindah tempat dalam rentang waktu sangat singkat.

Seorang pekerja di dapur berinisial Yee menuturkan, chef itu masih berada di dapur SPPG Bangkinang hingga malam hari, lalu harus segera berangkat ke dapur SPPG Airtiris saat dini hari.

“Pukul 22.00 WIB posisinya masih di Bangkinang. Masuk pukul 01.00 dini hari dia sudah harus bekerja di Airtiris,” ungkapnya.

Diketahui, SPPG Bangkinang merupakan lokasi chef tersebut tercatat secara resmi. Sementara penugasan di Airtiris bersifat membantu karena kebutuhan mendesak.

Situasi itu dianggap tidak mudah. Pasalnya, tiap dapur MBG memproduksi 1.800 sampai 2.000 porsi makanan setiap hari. Ditambah lagi, jarak kedua dapur sekitar 12 kilometer dan waktu produksi yang sempit menjadi faktor yang harus diperhitungkan.

Sejumlah kalangan menilai beban ganda ini berpotensi mengganggu optimalnya kontrol mutu makanan. Aspek yang disorot mencakup higienitas, kandungan gizi, hingga ketepatan waktu distribusi ke sekolah.

Kepala SPPG Yayasan Madani Jaya Berdikari, M. Alfikri Ramadhan, mengonfirmasi kebijakan tersebut. Ia menyebut kondisi ini masih bisa diatasi selama chef yang bersangkutan menyatakan sanggup.

“Selama yang bersangkutan masih mampu menjalankan tugasnya, itu tidak menjadi persoalan,” kata Alfikri saat ditemui awak media, Senin (4/5/2026).

Alfikri menambahkan, petunjuk teknis (juknis) yang berlaku tidak memuat larangan tegas soal chef bekerja di lebih dari satu dapur. Pihaknya juga mengakui belum merekrut pengganti setelah chef sebelumnya mundur. “Karena chef mengundurkan diri hari Sabtu sedangkan Senin kami sudah harus masak, maka kami pakai chef yang ini,” terangnya.

Ia menegaskan, tugas chef tidak melulu memasak secara langsung, tetapi lebih pada pengawasan dan pengarahan agar proses sesuai standar.

“Chef tidak harus memasak seluruhnya, tetapi lebih memastikan proses berjalan sesuai standar,” jelasnya.

Kendati demikian, banyak pihak menilai skema kerja ini perlu dikaji ulang. Dalam program yang menyasar pemenuhan gizi pelajar, konsistensi mutu dan keamanan pangan disebut harus menjadi prioritas utama.

Ketergantungan pada satu tenaga inti di dua lokasi berbeda dinilai menyimpan risiko operasional jika tidak didukung sistem pengawasan yang kuat.(YS)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar